• Home
  • Teknologi
  • PLN Targetkan, 2024 Listrik di Pulau Bengkalis Tak Lagi PLTD

PLN Targetkan, 2024 Listrik di Pulau Bengkalis Tak Lagi PLTD

Selasa, 19 Oktober 2021 07:50:00
BAGIKAN:
Budi
Manajer PLN Bengkalis Andiko Bestari
BENGKALIS (JN) - Layanan jaringan listrik Pulau Bengkalis yang rencana terkoneksi dari Pulau Sumatera melalui kabel bawah laut masuk Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT. PLN (Persero) tahun 2021 - 2030 yang dirilis oleh Dirjen Ketenaga Listrik kementerian ESDM, ditargetkan tahun 2024 akan terwujud. 

Hal ini disampaikan Manajer PLN Bengkalis Andiko Bestari, bahwa kini tranmisi jaringan bawah laut dari Sei Pakning ke Pulau Bengkalis masih dalam kajian, yang sudah masuk ke dalam RUPTL  PT. PLN, supaya tidak lagi ketergantungan dengan tenaga diesel (PLTD).

"Saat ini kita dalam kajian membangun Gardu Induk dan titik poinnya dari desa Buruk bakul ke desa Pangkalan Batang, dengan kajian baik operasional/ teknis dan finansial, yang targetnya selesai tahun 2023, "katanya, Senin (18/10'21).

Dijelaskan, sampaikan saat ini kebutuhan daya beban puncak di Pulau Bengkalia tertinggi 21 MW. Sedangkan daya yang tersedia 24 MW. Kemudian untuk bisa terlaksana rencana tranmisi jaringan bawah laut dari Sei Pakning, kebutuhan di Bengkalis minimal 30 MW - 35 MW.

Untuk mewujudnya hal itu, Andiko berharap dukungan masyarakat dan pemerintah baik pusat dan daerah agar jaringan tranmisi terkoneksi dengan Sumatera di pulau Bengkalis bisa segera terwujud, dengan masuknya investasi ke Pulau Bengkalis, termasuk kegiatan parawisata, yang masuk pelanggan potensial PLN.**
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Alasan Nunggak: PLN bangga ! Matikan Lampu Jalan di Bengkalis, Dimana Letak Pelayanannya

    BENGKALIS (JN) - Sejumlah jalan umum di Bengkalis malam ini akan mulai gelap gulita dari penerangan lampu jalan. Ini terjadi karena PLN Bengkalis melakukan pemutusan daya seju
  • Dirut PLN, Sofyan Basir Ditetapkan Tersangka Kasus PLTU Riau-1

    JAKARTA (JEBATNEWS.COM)- Direktur Utama PLN Sofyan Basir dijadikan tersangka baru kasus PLTU Riau-1. 

    Hal i
  • KOMENTAR