• Home
  • Pekanbaru
  • Cegah Pelanggaran dalam Pilkada, Bawaslu-PGRI Tandatangani MoU

Cegah Pelanggaran dalam Pilkada, Bawaslu-PGRI Tandatangani MoU

Rabu, 11 November 2020 10:15:00
BAGIKAN:
Ketua PGRI Riau, Dr. Muhammad Syafi'i, S.Pd., M.Si dan Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan menandatangani Perjanjian Kerjasama Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (10/11/2020)
PEKANBARU (JEBATNEWS.COM)- Tepat di Hari Pahlawan Nasional 10 November 2020 kemarin siang, Badan Pengawas Pemilu Provinsi Riau bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau menandatangani Perjanjian Kerjasama Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (10/11/2020) 

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Aula Sekretariat Bawaslu Riau, Jalan Adi Sucipto, Nomor 284, Komplek Transito, Pekanbaru pada Pukul 15.00 WIB.

Penandatanganan ini merupakan tindaklanjut kunjungan PGRI ke kantor Bawaslu Riau pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu.

Ketua PGRI Riau, Dr. Muhammad Syafi'i, S.Pd., M.Si mengatakan, kerjasama antara PGRI dan Bawaslu terkait Netralitas ASN, adalah Perjanjian Perdana yang ada di Indonesia.

"Perjanjian yang kita lakukan ini adalah perjanjian Pertama yang ada di Indonesia antara PGRI dengan Bawaslu terkait Netralitas ASN," katanya.

MoU ini, ditandatangani langsung oleh Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan dan Ketua PGRI Riau Dr. Muhammad Syafi'i, S.Pd., M.Si  dengan didampingi 2 orang anggota Bawaslu Riau lainnya Neil Antariksa, dan Hasan.

Penandatanganan ini juga disaksikan langsung oleh beberapa orang staf sekretrariat Bawaslu Riau dan Ketua PGRI dari Kabupaten/Kota se-Riau yang hadir. 

Perjanjian dengan nomor surat Bawaslu  036/K.RI/HM.00/XI/2020 dan nomor surat PGRI  212/Mou/PP/RIO/XXII/2020 memiliki 13 Bab, dan 18 Pasal dengan masa berlaku perjanjian selama 5 Tahun terhitung sejak tanggal Penandatanganan.

Syafi'i menjelaskan, tujuan perjanjian ini merupakan bentuk Kepeduliannya terhadap Pendidik maupun tenaga pendidik yang merupakan anggota PGRI di Riau, agar terhindar dari pelanggaran-pelanggaran Pilkada. Sekaligus memberikan dukungan kepada Penyelenggara Pemilu, khususnya Bawaslu untuk mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Riau.

"Inti dari perjanjian ini adalah, baik PGRI maupun Bawaslu Riau sama-sama menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah maupun Pemilihan Legislatif di Provinsi Riau, dengan cara melindungi anggota PGRI agar terhindar dari pelanggaran Pemilu dan meminta Bawaslu untuk memberikan Informasi terkait regulasi Pemilu kepada anggota kami," jelasnya.

Syafi'i berharap, setelah penandatangan ini, tidak ada tenaga Pendidik yang tersandung masalah dalam kegiatan pelaksanaan Pilkada itu sendiri. 

"Harapan saya agar Pendidik maupun tenaga Pendidik tidak tersandung masalah-masalah kepemiluan," imbuhnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengapresiasi niat baik Ketua PGRI Riau tersebut dengan terlaksananya kegiatan penandatanganan ini. 

Rusidi mengatakan, salah satu objek pengawasan Bawaslu adalah Netralitas ASN, sebagaimana yang tertuang dalam UU 5 Tahun 2004 tentang Aparatur Sipil Negara, Surat MENPAN-RB Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tentang Netralitas ASN. Kemudian Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Rusidi merasa perlu dibuat kerjasama secara berkelanjutan dengan memberikan sosialisasi-sosialisasi kepada Pendidik dan tenaga Pendidik di Riau, agar terhindar dari pelanggaran yang terkait dengan netralitas ASN.

"Salah satu objek pengawasan Bawaslu adalah Netralitas ASN, sebagaimana yang telah diatur dalam UU yang saya sebutkan diatas. Maka dari itu, perlu dibuat kerjasama secara berkelanjutan dengan memberikan sosialisasi regulasi kepada Pendidik dan tenaga Pendidik, agar terhindar dari pelanggaran Pilkada yang berterkaitan dengan netralitas ASN," tutup Rusidi. (rls)
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR