• Home
  • Meranti
  • Ini Hasil Autopsi Balita di Meranti Tewas Diduga Akibat Kekerasan

Ini Hasil Autopsi Balita di Meranti Tewas Diduga Akibat Kekerasan

Kamis, 19 Agustus 2021 18:36:00
BAGIKAN:
martin
Kapolres Meranti gelar konferensi pers
MERANTI (JN) - Sat Reskrim Polres Meranti telah berhasil mengungkap balita umur 4 tahun, diduga akibat tindak pidana kekerasan terhadap, sehingga menyebabkan meninggal dunia.

Demikian yang disampaikan Kapolres Meranti, AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Prihadi Tri Saputra SH MH, ketika menggelar konferensi pers di Aula Mapolres Meranti, Jalan Lintas Gogok, Kamis (19/08/21).

https://jebatnews.com/peristiwa/-Astaghfirullah--Ditinggal-Ortu-ke-Malaysia--Balita-di-Meranti-Diduga-Tewas-Ditangan-Ibu-Asuh#

Dalam kesempatan itu hadir juga Kasubbag Humas Polres, AKP Marianto Effendi, Kepala UPTD PPA Kepulauan Meranti, Suprapti SPd, Pekerja Sosial (Peksos) PA, Erma Endah Fitriana SPsi, serta puluhan wartawan. 

Kapolres mengatakan, bahwa saat ini penyidik masih mengembangkan pemeriksaan terhadap tersangka. Polisi masih mendalami sejauh mana penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka.

"Jadi hasil autopsi jenazah balita yang dilakukan Biddokkes Polda Riau itu sudah keluar. Adapun hasil sementaranya adalah adanya kekerasan benda tumpul pada bagian kepala, mengakibatkan pendarahan pada otak dan menyebabkan meninggal dunia, "terang Kapolres.

Selain menghadirkan tersangka, polisi juga menyertakan beberapa alat bukti yang dilakukan untuk penganiayaan diantaranya berupa 1 (satu) Ikat Sapu Lidi, 1 (satu) buah drum warna biru, 1 (satu) buah panci, 1 (satu) helai baju kaos oblong lengan panjang merk hong warna merah jambu bergambar cinderella, dan 1 (satu) helai celana panjang warna merah jambu. 

Kapolres Andi Yul juga mengungkapkan bahwa tersangka telah mengakui perbuatannya dan dikenakan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan atau denda Rp3 miliar. 

Diceritakannya, adapun kronologis kejadian berlangsung 11 Agustus 2021 lalu, korban meninggal dunia dengan kondisi yang tak wajar. Kemudian dari rangkaian kegiatan penyelidikan hingga penyidikan, dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat, UPTD PPA dan Dinas Sosial jika korban meninggal tidak wajar setelah dilakukan proses pemakaman, bahkan sehari setelah proses pemakaman, ahli Dokkes Polda Riau melakukan otopsi.

"Tersangka ini merima hak asuh melalui nenek angkat korban yang saat ini masih bekerja di Malaysia setelah ditinggal pergi oleh ibu kandungnya. Untuk motif sementara disinyalir dipicu oleh soal ekonomi, karena nenek angkat korban yang bekerja di Malaysia mengirim uang kebutuhan korban Rp500 ribu perbulan, dan berharap bantuan dari pemerintah," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Peksos PA Kepulauan Meranti, Erma Endah Fitriana SPsi mengharapkan kepada insan Pers agar dapat memberitakan kepada masyarakat bahwa setiap pengasuhan terhadap anak untuk dapat dilaporkan kepada Dinas Sosial Kepulauan Meranti. 

"Kemudian dapat melaporkan kepada dinas sosial apabila ada melihat, menemukan, atau mendengar tanda-tanda kekerasan terhadap anak, "ungkapnya.


Penulis: Martin
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Astaghfirullah, Ditinggal Ortu ke Malaysia, Balita di Meranti Diduga Tewas Ditangan Ibu Asuh

    MERANTI (JN) - Jajaran Sat Reskrim Polres Meranti berhasil membekuk pelaku dugaan penyiksaan terhadap anak dibawah inisial E umur (4), yang akhirnya menjadi menyebab korban me
  • Kondisi Bersimpah Darah, Bocah di Bengkalis Tewas Dalam Semak-semak

    BENGKALIS (JN) - Warga Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis pagi tadi digegerkan dengan temuan mayat anak-anak dengan kepala berdarah, tangan kanan nyaris putus di semak-sema
  • Autopsi Kematian Balita di Bengkalis, Murni Akibat Penyiksaan

    BENGKALIS (JN)- Tim DVI Bid Dokkes Polda Riau yang dipimpin oleh Kompol Supriyanto, A.Mk, Dr. Tegar Indrayana, Sp. FM, bersama tim dokter RS Bhayangkara Polda Riau, telah mela
  • Alasan Usir Roh Jahat, Balita Tewas Disiksa Rudi

    BENGKALIS (JN) - Penganiayaan Rudi Hartono alias Agi (32) warga Jalan Antara Bengkalis terhadap Bunga yang merupakan anak dari selingkuhannya Yeni alias Anak Acui (34) warga T
  • KOMENTAR