• Home
  • Ekonomi
  • Perekonomian Masyarakat Bengkalis Lesu, Pemerintah Dianggap tak Mampu

Perekonomian Masyarakat Bengkalis Lesu, Pemerintah Dianggap tak Mampu

Rabu, 11 Juli 2018 01:26:00
BAGIKAN:
Panca Darma
BENGKALIS (JEBATNEWS.COM)- Lesunya geliat perekonomian di Kabupaten Bengkalis, ditenggarai akibat buruknya pengelolaan keuangan daerah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. Pemkab Bengkalis disebut tidak mampu memanajemen belanja daerah dengan kondisi keuangan yang mengalami defisit anggaran yang memang terjadi se-Indonesia. 

Demikian pendapat yang dikemukakan Panca Darma, tokoh muda Bengkalis. Menurutnya, kondisi yang carut marut saat ini merupakan salah satu bentuk ketidakmampuan Pemkab Bengkalis untuk berfikir rasional dalam penyusunan APBD.

Lemahnya anggaran keuangan daerah yang mengalami defisit sekitar Rp1,4 triliun dari Rp3,6 triliun APBD Bengkalis 2018 yang disahkan, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah untuk kegiatan pembangunan yang akan berdampak bagi perekonomian masyarakat Bengkalis secara keseluruhan.

"Di tahun pertama pada periode kepemimpinan Bupati Amril Mukminin, kita sudah mengalami tunda bayar kegiatan proyek dan itu juga berlanjut ke tahun berikutnya. Bahkan hampir disemua sektor kegiatan juga turut mengalami tunda bayar, salah satunya dana desa. Ini merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam mengatur tata kelola keuangan," katanya.

Mantan Ketua IPMKB ini menyebut, bahkan dengan kondisi defisit saat ini, Pemkab Bengkalis masih berani berwacana untuk merealisasikan seluruh kegiatan proyek multiyears yang pastinya akan menguras keuangan daerah. Padahal, dengan lemahnya perekonomian masyarakat saat ini, pemerintah bertanggung jawab memberikan harapan untuk memperbaiki perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. 

"Dapat dilihat dari pencapaian pembangunan Bengkalis yang bisa dikatakan belum maksimal sesuai visi dan misi Pemkab Bengkalis periode ini.  Salah satu contoh dapat kita lihat, seperti Pulau Rupat yang akses pembangunan infrastrukturnya masih minim, yang tentunya sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat disana. Padahal dari visi dan misi pemerintah, akan menjadikan Rupat sebagai daerah gerbang wisata. Jadi mengapa pemerintah harus memaksakan kehendak untuk merealisasikan proyek multiyears, sementara keuangan daerah mengalami defisit," ujarnya.

Ia berharap, dengan kondisi saat ini, seluruh kalangan sudah seharusnya membuka mata dan melihat realita susungguhnya untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi memperburuk perekonomian Kabupaten Bengkalis kedepan.

"Hal ini tidak bisa kita tolerir lagi, sudah saatnya kita bersama-sama membuka mata. Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk lebih proaktif mengawasi serta mengkritik kinerja dan kebijakan pemerintah yang saat ini mengalami kemunduran," imbaunya. (deri)
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR