• Home
  • Bengkalis
  • JMGR Bengkalis: Riau Hijau Mangkrak, DLHK Riau Wajib Gerak

JMGR Bengkalis: Riau Hijau Mangkrak, DLHK Riau Wajib Gerak

Sabtu, 12 September 2020 12:49:00
BAGIKAN:
Eko Fambudi, Ketua Wilayah Jaringan Masyarakat Gambut Riau Kabupaten Bengkalis
BENGKALIS (JEBATNEWS.COM)- Riau Hijau merupakan komitmen politik yang menjadi kebijakan Gubenur Riau sejak menjabat. Implementasi Riau Hijau di pandang mendesak untuk segera di jalankan dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan yang masih terus terjadi di Riau, seperti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Konflik Tenurial dan rendahnya capaian program Perhutanan Sosial (PS).

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang saat ini dinakhodai Kepala Dinas (Kadis) baru diminta oleh masyarakat untuk mampu menterjemahkan dan merealisasikan konsep Riau Hijau, agar tidak menjadi harapan palsu bagi masyarakat terutama yang berada di wilayah gambut. Sebagai mana diketahui, Kadis LHK Riau baru yang dijabat oleh Maamun Murod.

"Pelaksanaan Riau Hijau seharusnya menjadi agenda utama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau. Jangan ambil resiko dengan melakukan pembiaran terhadap berbagai persoalan lingkungan di Riau, dan jangan pula semakin memberikan akses terhadap perusahaan perusak lingkungan yang ada di Riau. Lihat saja konflik lahan masih terus terjadi tanpa penyelesaian, gambut masih terus di rusak dan dibuat kanal seperti yang di lakukan oleh PT. RAPP belum lama ini di Siak," kata Eko Fambudi, Ketua Wilayah Jaringan Masyarakat Gambut Riau Kabupaten Bengkalis, Sabtu (12/9).

Eko melanjutkan, belum lagi masalah kebakaran yang penyebab utamanya adalah keringnya gambut akibat aktivitas perusahaan yang megunakan kanal-kanal. Ditambah lagi tak kunjung selesainya konflik di Bengkalis, Pulau Padang dan wilayah lain.

"Kita ketahui, Kadis LHK Riau saat ini dulunya juga pernah menjabat Kadis Kehutanan di Kabupaten Kepulauan Meranti, beliau paham betul persoalan konflik lahan dan hutan di Meranti yang hingga kini masih menyisakan banyak persoalan, melalui Riau Hijau inilah harus dituntaskan dengan berpihak kepada masyarakat," ujar Eko.

Sementara, Ismail Deputi Lembaga Lingkar Hijau Pesisir (LHP) Riau menyebut, onsep Riau Hijau harus di susun dengan melibatkan masyarakat, direalisasikan bersama masyarakat dan mengakomodir penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat. Terutama yang berada di wilayah gambut dan pesisir.

"Kita akan terus memantau kinerja Gubenur dan DLHK dalam mewujudkan Riau Hijau ini, jangan hanya menjadi wacana-wacana politik. Sudah hampir dua tahun masa jabatan Gubenur Syamsuar. Kita mendukung konsep-konsep yang beliau usung, kita membantu memfasilitasi tercapainya Perhutanan Sosial (PS) di Riau, terutama di wilayah pesisir dan gmabut. Kini kita menunggu gebrakan serius menggesa Riau Hijau, jangan malah mangkrak dan memberikan harapan palsu bagi masyarakat," Ismail menutup. (yrz)
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR