• Home
  • Bengkalis
  • Gila ! Dapat Upah Perkepala 4 Juta, Warga Rupat Jual 4 Warga Rohingya ke Malaysia

Kasus TPPO

Gila ! Dapat Upah Perkepala 4 Juta, Warga Rupat Jual 4 Warga Rohingya ke Malaysia

Selasa, 10 Agustus 2021 13:53:00
BAGIKAN:
Istimewa
Konferensi pers
BENGKALIS (JN) - Jajaran Sat Polair Polres Bengkalis berhasil menggagalkan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) empat WNA Myanmar (Rohingya) pencari suaka yang rencananya akan dibawa ke Malaysia, Senin (02/08/21) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pelaku yang diamankan berjumlah tiga orang tersangka, yang semuanya merupakan warga Rupat yakni inisial S alias Pian selaku tekong, Y alias akop, dan A alias Bud keduanya selaku ABK, di dusun Pasir Putih, Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Sedangkan empat WNA asal Rohingya sebagai korban yang semula pencari suaka ini yakni bernama Sobika Begum (15), Ayesha Bibi (17), Hajera Bibi (18), dan terakhir Norbahar (18), yang terjadi di Dusun Pasir Putih, Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kamis (29/08/21) sekitar pukul 13.30 WIB.

Demikian yang disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK didampingi Kasat Polair AKP Rahmat Hidayat, SIK, dan Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, SIK ketika menggelar konferensi pers di halaman Mapolres Bengkalis, Selasa (10/08/21) jelang siang. 

"Untuk upah yang dijanjikan oleh penadah dari malaysia persatu orang Rp 4 just rupiah,. Sedangkan untuk tersangka S ini merupakan residivis dipidana dengan kasus yang sama, "terang Kapolres.

Sejumlah barang bukti yang diamankan berupa 1 Unit Speed Boat Piber, 1 Unit mesin 40pk, 1 Unit mesin 30pk, 1 Unit handphone Merk Nokia C2, 1 Buah Tas Sandang Warna Abu-abu, 1 buah Celana Jeans Warna Hitam, 1 buah Jaket Warna Biru, 1 buah Celana Training Pendek warna abu-abu.

Kemudian ketiga tersangka ini dikenakan pasal 2 ayat (1) jo pasal 10 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 120 ayat (1) dan (2)  UU RI No.06 tahun 2011, tentang Keimigrasian, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR