• Home
  • Bengkalis
  • Berawal dari Manajemen PT. MAS yang Amburadul, Peserta Plasma Sampaikan Surat Terbuka

Berawal dari Manajemen PT. MAS yang Amburadul, Peserta Plasma Sampaikan Surat Terbuka

Selasa, 19 Oktober 2021 15:20:00
BAGIKAN:
Istimewa
Aris Gandamana
BENGKALIS (JN) - Ketua Forum Peduli Sawit Desa Pedekik  Kecamatan Bengkalis, Aris Gandamana (50) merupakan salah satu peserta petani sawit plasma yang dikelola polhak PT. Meskom Agro Sarimas (MAS), menyampaikan surat terbuka sebagai luapan kekecawaan terhadap manajemen PT. MAS.

Berikut ini suratnya:

"Petani plasma Pedekik dengan luas lahan tahun 2020 : 395,91 ditanam 2007. Dengan jumlah anggota 162 (162 KK petani sawit), 225 kavling. Sangat tidak masuk akal kalau setiap kali pencairan (uang) hanya menerima Rp. 500.000 disetiap kavling, itupun hutang, bukan dari hasil produksi (bagi sisa hasil usaha). Pertanyaannya kenapa bisa hutang dan kemana hasil produksi kami selama ini? Memang saya akui hasil produksi belum maksimal sehingga menyebabkan ketekoran (minus)".

Menurutnya, jika merujuk ke naskah Perjanjian Kerja Sama Kemitraan antara Koperasi Meskom Sejati (KMS) dan PT. MAS yang dibuat Januari 2002, pada pasal 1 poin 9 disebutkan apabila dalam pembiayaan kebun terjadi Cost Over Run (pembengkakan biaya) maka akan menjadi tanggungjawab pihak PT. MAS. 

Kemudian, untuk wilayah plasma Pedekik masih banyaknya tanaman sisipan yang berarti wilayah plasma Pedekik belum bisa dikatakan Tanaman Menghasilkan (TM) semua. Tanaman yang Belum Menghasilkan (TBM) itu sepenuhnya biaya operasionalnya masih tanggungjawab dari pihak PT. MAS. Artinya pihak PT. MAS sudah melanggar dari perjanjian kerjasama tersebut.

Itu baru segelintir permasalahan yang dihadapi plasma Pedekik, belum lagi masalah lahan yang kurang terawat. Sudah 2 tahun pemupukan tidak dilaksanakan, banyaknya buah tinggal tak dipanen, berondolan tak dikutip. 

"Terlepas itu semua, bagaimana kami setiap triwulannya ada pencairan (uang) yang dihasilkan dari hasil produksi, bukan dari hasil hutang. Bahasa kasarnya buah sawit diambil tapi hasil tak dapat. Jauh dari tujuan (dibentuknya) koperasi yang bertujuan untuk menyejahterakan anggota. Kenyataannya yang sejahtera bukan anggota tapi pengurus koperasi, "terang  Aris, Selasa (19/18/21).


Menurutnya, hasil laporan keuangan dari pengurus Koperasi Meskom Sejati hutang bank jangka panjang plasma Pedekik Desember 2019 terhitung Rp. 31.695.631.680. Desember 2020 terhitung Rp. 31.509.168.789.
Berarti dalam satu tahun tutup buku hanya berkurang Rp. 186.444.891 yang menurut saya ini sangat tidak masuk akal setiap triwulannya peserta plasma bayar pokok dan bunga bank. 

"Kemudian, koperasi hutang kepada PT. MAS bulan Desember 2019 Rp. 14.678.126.371, Desember 2020 Rp. 15.964.587.565. Artinya ini hutang bertambah bukan malah berkurang. Logikanya kalau hutang diansur tentu berkurang ini malah bertambah. Siapa sebenarnya yang menikmati hasil plasma Pedekik ini?, "ujar dia dengan berbagai pertanyaan.

Untuk informasi tambahan, triwulan lV 2020 hingga triwulan lll 2021 (Januari -September 2021) PT. MAS tunggak bayar bagi sisa hasil usaha kepada petani. Baru pada tanggal 12 Oktober 2021 petani menerima uang triwulan lV 2020 (Oktober - Desember 2020).

Namun sesuai pengakuan PT. MAS pada pertemuan mediasi tanggal 07 Oktober 2021 kepada para petani sawit plasma, bahwa uang yang akan diberikan pada tanggal 11 - 12 Oktober 2021 itu merupakan uang pinjaman yang dilakukan oleh Koperasi Meskom Sejati, dan pihak PT. MAS sebagai penjamin. Disaat itu juga petani menolak pinjaman tersebut. 

Pinjaman tersebut hanya untuk lunasi tunggakan triwulan lV 2020, sementara tunggakan triwulan l, ll dan lll 2021 belum dilunasi. Sedangkan jika mengacu pada surat petani desa Pedekik diatas maka petani desa pedekik sudah dibebani tiga (3) kredit atau hutang.
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Kecewa Soal Bagi Hasil, 5 Desa Petani Sawit Akhirnya Ambil Alih Kebun Dikelola PT MAS

    BENGKALIS (JN) - Sekitar 200 orang petani yang tergabung Forum Kelompok Tani Sawit Pulau Terubuk (FKTSPT), dengan membawa spanduk berbondong-bondong meminta kepada para pekerj
  • Selalu Dirugikan, 2 Ribu Hektar Lahan Milik Anggota KMS Mengundurkan Diri

    BENGKALIS (JN) - Forum Kelompok Tani Sawit Pulau Terubuk (FKTSPT) dengan luas lahan mencapai 2 ribu hektar, secara resmi mengundurkan diri dari anggota Koperasi Meskom Sejati
  • Iklan Hawaii Night Party Dikecam, Begini Klarifikasi Manajemen Comforta Dumai

    DUMAI (JEBATNEWS.COM)- Warga Kota Dumai dikejutkan dengan adanya flayer dan iklan acara tahun baru bertemakan Hawaii Night Party yang digelar Comforta Hotel Dumai. Acara pesta meny
  • KOMENTAR