• Home
  • Advertorial
  • Sang Pemikir dari Pulau Terpencil Itu, Bernama Doktor Syahminan

Sang Pemikir dari Pulau Terpencil Itu, Bernama Doktor Syahminan

Kamis, 30 Januari 2020 11:23:00
BAGIKAN:
Oleh: jebatnews.com

SANG pemikir itu bernama DR.Eng.Mohamad Syahminan, ST,MT. Ia Lahir dari keluarga sederhana, apa adanya.

Pria gigih dan selalu ingin belajar itu, merupakan anak dari pasangan Zainun Aman (mantri atau juru suntik di Bengkalis) dan Ibu Maisuri. Ia merupakan sosok yang memiliki talenta luar biasa. Dan dilahirkan di Parit Bangkong, Kabupaten Bengkalis, 04 Juli 1971 silam.

Mengikuti jejak sejarah perjalanan hidup Syahminan, ternyata begitu menarik dan menginspirasi. Kala itu, Syahminan kecil, sering ikut Ayahnya keliling dari kampung ke kampung. Menerobos jalan setapak yang masih hutan kanan kirinya untuk mendatangi rumah-rumah warga yang sakit menggunakan sepeda onthelnya.

Kendati tengah berjuang di Sekolah Dasar (SD), Syahminan sudah ikut Ayahnya membantu anak-anak untuk sunat. Dan tak heran, jika tetua kampung di daerah Ketam Putih, Kelemantan, Sekodi, Pematang Duku, Penebal, Pambang dan Muntai dan lainnya, banyak yang mengingat kebaikan almarhum Ayahnya saat bertugas sebagai juru suntik.

Dan kini, di usia yang masih muda, suami dari Khoiriyah Roihan, S.Ag.,MH (Ketua Pengadilan Agama Bengkalis) ini, telah menyandang berbagai macam gelar akademik yang begitu mempuni.

Syahminan memulai perjuangan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 7 Bengkalis-Riau (1978-1984), berlanjut Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bengkalis-Riau (1984-1987) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Bengkalis-Riau (1987-1990).

Kemudian, Syahminan melanjutkan pendidikan Strata-1 (S-1)nya pada tahun 1990-1997 diTeknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Strata-2 (S-2)nya pada (2002-2003) Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT), diselesaikannya di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pada puncaknya, gelar doktor pun berhasil Ia raih. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis kala itu dibawah kendali Syamsurizal, memberangkatkan Syahminan ke Negeri Sakura untuk memperdalam ilmunya, agar kelak Syahminan mampu membangun Kabupaten Bengkalis agar lebih baik.

Ya, pada tahun 2010-2013, gelar Strata-3 (S-3), Doctor Of Engineering Department Urban and Environmental Engineering Division Graduate School of Engineering, Kyushu University Fukuoka Japan, resmi melekat dipundak Syahminan.


Tekatnya Bulat, Lantaran Berhutang Budi pada Negeri

Maka dari itu, Syahminan berfikir, sudah saatnya Ia fokus membangun tanah kelahiran, yaitu Kabupaten Bengkalis yang dikenal Negeri Junjungan.

Kiranya tidak berlebihan, pria berbadan gempal dan berkulit sawo matang ini, merasa "berhutang budi" terhadap Negeri dan saatnya Ia menjadi "pemikir", membangun kabupaten tertua di Riau ini.

Barangkat dari itu, musyawarah dilakukan, mufakat diputuskan, restu diminta dan dukungan diharap, kini Syahminan bulat berniat maju sebagai kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati Kabupaten Bengkalis untuk periode 2021-2026.

Kendati demikian, bukan suatu jalan yang mulus mewujudkan niat. Syahminan juga menyadari itu. Pria yang menempuh jenjang pendidikan, serta karir yang berliku ini meyakini, "ndak seribu dayo, tak ndak seribu dalih (kalau punya kemauan, pasti akan berusaha keras mewujudkannya, tapi kalau memang tidak berminat, kerikil kecilpun jadi sandungan)" begitulah kalimat dalam "motto" Syahminan.

Syahminan selalu memiliki prinsip, Allah bersama orang-orang yang sabar. Sebab, manusia hanya bisa berusaha, Allah yang menentukan. Karena itu, setiap usaha harus disertai dengan kesabaran, dan tetap istiqamah dalam kebaikan.

Baginya, segala sesuatu hanya 30 cm (centimeter), yakni antara otak dan hati, jika hati berkehendak terhadap sesuatu, maka jarak bukanlah halangan sekalipun jauh, otak akan perintahkan anggota tubuh lainnya untuk bergerak mencapainya.

"Sebaliknya, jika hati tidak berkenan untuk hadir, jangankan jarak yang jauh, orang yang dekat saja tidak akan dikunjungi," begitu kalimat mendalam yang disampaikan Syahminan.

Memang, Syahminan merupakan sosok yang cinta akan silaturahim. Itu selalu dijaganya dengan semua kalangan, kolega dan lingkungannya. Karena Ia percaya, silaturahim akan memudahkan semuanya.


Mencapai Puncak, Memulai Karir dari Bawah

Pria yang suka berkumpul dan berdiskusi ini, memulai karir di pemerintahan pada April 2004-Desember 2004 sebagai Kepala Seksi Pemeliharaan dan Peningkatan Jembatan-Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.

Kemudian, pada April 2005-Agustus 2006, Ia dipercaya sebagai Kasubbag Program Kerja Bagian Penyusunan Program Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis.

Lalu, pada Agustus-Desember 2006, Syahminan memegang jabatan sebagai Kepala Seksi Jasa konstrusi-Bidang Jasa Konstruksi Dinas Kimpraswil Kabupaten Bengkalis.

Selanjutnya, pada Desember 2006-Desember 2008, Ia menjabat Kasubbag Pelaporan Bagian Penyusunan Program Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis.

Oktober-Desember 2008, Syahminan kembali diberi kepercayaan mengemban jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Penyusunan Program Sekretariat Darah Kabupaten Bengkalis. Kemudian pada Januari 2009 hingga Maret 2010, Syahminan memegang jabatan Kasubbag Evaluasi dan Pelaporan Bagian Penyusunan Program Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis.

Tidak berhenti disitu, pada April 2014 sampai dengan Oktober 2014, Pemkab Bengkalis kembali mempercayai Syahminan menjabat sebagai Kasubbag Program dan Perencanaan di Sekretariat Dishub dan Infokom, Pemkab Bengkalis.

Seterusnya, akhir 2014 sampai dengan 2016, Syahminan menjabat Kabid Tata Ruang di Dinas Tata Kota dan Pemukiman, Kabupaten Bengkalis. Dan 2015 sampai dengan 2016, Ia juga rangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pemukiman di Dinas Tata Kota dan Pemukiman, Kabupaten Bengkalis.

Pada puncaknya, 2 Mei 2017, Syahminan dengan etika dan sopan santunnya, meminta restu terhadap Pemkab Bengkalis, untuk hijrah mengabdi di Pemerintah Kota (Pemko) Dumai.

Syahminan hijrah. Sebab, pemikirannya kala itu dibutuhkan di Pemko Dumai yang merupakan sebuah kota muda yang mulai membangun, karena Dumai merupakan sebuah Kota Madya hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis.

Karirnya kian melejit, karena Ia memegang kendali di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Dumai sebagai Kepala Dinas. Sumbangsih pemikirannya, tak berlebihan jadi penentu dan penyumbang pesatnya pembangunan di Kota Dumai.

Dan tak heran, "sang pemikir" dari pulau terpencil ini semakin pamiliar dikalangan birokrat di Riau dan Bengkalis khususnya. Bahkan, saat Ia menahkhodai PUPR Kota Dumai, Syahminan mengebrak dan mendobrak ke Pemerintah Pusat, agar kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) mengalir ke Kota Dumai, karena itu merupakan sebuah langkah yang harus dilakukan untuk membangun Kota Dumai agar lebih baik. Dan itu terbukti dan teruji, DAK menyebar di Kota Pelabuhan itu.


Bukan Hanya Gagasan, Idealisme Doktor Itu Perlu Dicontoh

Bukan hanya tentang ide dan gagasannya yang mentereng, tetapi idealisme dan tindakannya berdasarkan pengalaman empiris yang unik, pikiran, dan cita-cita yang tinggi untuk mencapai hasil maksimal. Karena Syahminan memiliki keyakinan yang kokoh atas persoalan yang sedang ditangani.

Bagi Syahminan, membangun negeri dibutuhkan komitmen dan kesiapan mental yang kuat. Sebab, tatkala kepercayaan dan amanah yang diberi masyarakat diciderai, maka semuanya akan tamat.

Dalam konteks itu, Ketua Asosiasi Aren Indonesia (AAI) Kabupaten Bengkalis ini memiliki argumen idealisme. Ia memiliki alasan, idealisme berimplikasi pada perbuatan dari awal kedudukan sebagai penguasa, sampai pada akhir masa bhakti, harus konsisten dalam memperjuangkan kepentingan publik.

"Idealisme seseorang harus kita maknai sebagai suatu komitmen yang menjadi pegangan. Sehingga dapat menjadi semangat yang dapat kita teladani," begitu Ketua Ikatan Alumni SMA 2 Bengkalis ini mempertegas.

Bahkan diyakini Syahminan, pandangan itu akan menjadi positif, saat seseorang secara konsisten dapat mempertahankan sesuatu yang empiris, dengan harapan kebijakan yang dibuat akan lebih implementatif.

Maka dari itu, Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Kabupaten Bengkalis ini mengajak, tetaplah membumi, tetapi tidak akan ditelan bumi, sekalipun tidak dapat mengikuti arus. Bukan hal yang tidak mungkin, menjadi seorang pemimpin. Bukankah dasar awal menjadi pemimpin ialah mampu bertahan, sekalipun banyak pendapat yang menggoncang.


Syahminan Begitu Cinta Bahasa dan Produk Negeri

Selama belajar di Jepang, Wakil Ketua IPR-YK, Komisariat Bengkalis (Ikatan Pelajar Riau-Yogyakarta, Komisariat Bengkalis), Yogyakarta ini mengakui, banyak mendapatkan pengalaman yang berharga. Bahkan Ia mengagumi rakyat Jepang yang sangat cinta dengan Negaranya, bangga menggunakan bahasa dan produk dalam Negeri.

Karena, Jepang merupakan Negara modern yang masih mempertahankan nilai-nilai adat budaya mereka hingga sekarang.

Syahminan tertarik, keteraturan warga Jepang dalam segala hal, sangat perlu di adopsi dalam dunia pendidikan di Bengkalis, agar masyarakat menjadi orang yang maju cara pikirnya, tetapi tetap teratur dalam kehidupannya.

Selain itu, Rakyat Jepang sangat mempercayai, pemerintahnya akan mengurus kebutuhan mereka dengan baik, sehingga mereka tidak pernah teropsesi untuk mendapatkan sesuatu secara belebihan dan tetap menjaga budaya antri.


Program Unggulan, Seorang Teknokrasi Sejati

Pria yang dikenal santun dalam keluarga dan demokratis dalam rumah tangga ini, ternyata sudah memiliki beberapa program unggulan untuk Kabupaten Bengkalis yang lebih baik kedepannya.

Jikalau Ia dipercaya memimpin kabupaten nomor dua terkaya di Indonesia ini, beberapa program prioritas jauh-jauh hari telah Ia persiapkan dengan matang. Diantaranya:

Akan dioperasikannya Roro 24 jam, merangkai pulau (interconnection antar pulau), agar masyarakat dapat kesempatan seluas-luasnya untuk beraktifitas tanpa terhalang oleh transportasi yang selama ini jadi kendala.

Syahminan berjuang menciptakan pemerintahan yang "Sederhana Birokrasinya, Mandiri Ekonominya, Akuntabel Laporan Keuangannya, Responsif Terhadap Kebutuhan Warganya dan Transparan dalam Pengelolaan Kekayaan Daerah", yang biasa Ia sebut Pemerintahan yang SMART.

Ketua FAY-Bengkalis (Forum Alumni Yogyakarta-Bengkalis) ini, juga akan terus bertarung mengatasi abrasi pantai dengan teknologi geotekstil. Ia memandang, abrasi di Bengkalis begitu memprihatinkan dan perlu penanganan yang cepat dan tepat.

Memiliki SDM yang handal, Syahminan mengimplementasikan terciptanya 100 doktor di 5 tahun kepemimpinannya, untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas kampus yang ada di Bengkalis, sehingga Bengkalis di kenal sebagai Kota Pendidikan.

Ia juga akan berjuang untuk memperkuat mutu pendidikan di pemerintahan ataupun non pemerintahan. Itu dilakukan untuk menunjang Melayu yang bermarwah.

Selain itu, dibawah pemerintahan, Ia akan mengerakkan sector perekonomian melalui pertanian, perkebunan dan peternakan. Dan mendukung upaya warga untuk meningkatkan pendapatan dengan memberikan fasilitas pupuk, pakan dan infrastruktur yang mendukung untuk kelancaran masyarakat.

Selanjutnya, mencetak sawah-sawah baru dan akan memperjuangkan kecamatan di Kabupaten Bengkalis, agar mendapatkan izin mengelola perhutanan sosial, sehingga warga yang tidak memiliki tanah bisa berusaha dengan bertani dan bercocok tanam, sebagai penopang kehidupan sehari-hari.

Lalu, Syahminan akan terus mendorong penanaman aren dalam skala luas. Itu dilakukan untuk menyongsong kebutuhan akan energy terbarukan di masa depan. Sekaligus upaya melakukan konservasi tanah.

Dan yang sangat penting, membangun infrastruktur jalan-jalan yang layak bagi masyarakat hingga ke pedesaan dan perkebunan rakyat. Karena merupakan sebuah langkah dalam membangun perekonomian masyarakat, tanpa terhalang oleh transportasi yang tidak memadai.

Mendorong meningkatkan partisipasi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis dalam meningkatkan edukasi terhadap budaya Melayu.

Membuka Ruang Terbuka Hijau seluas-luasnya, agar masyarakat memiliki wadah berinteraksi satu sama lain dengan positif dan membuka peluang bisnis bagi masyarakat tempatan.

Kemudian, salah satu program unggulan Syahminan adalah "air bersih". Ia akan berjuang, agar masyarakat mendapatkan kebutuhan air bersih hingga pelosok desa dengan menerapkan teknologi nano filter yang lebih murah dan lebih efektif.

Terakhir, Syahminan bertekat, jika Ia diberi amanah dan dipercaya memimpin Kabupaten Bengkalis, Ia akan meneruskan program-program Syamsurizal yang masih terbengkalai, disamping program unggulannya sendiri.

Inilah Saudara Kandung Pria yang Akrab Disapa Doktor Minan Ini:

1. Zamruzana
2. Dwi Kornialis
3. Zulhadi atau Idong
4. Elizawita
5. Elinawati
6. Azan Akbar
7. Mulyadi
8. Mohamad Syahminan.
9. Isnadewi

Kemudian, Anak dan Isteri:

Anak

1. Asya Fitrah Raihanah
2. Muhammad Rasyid Faqih
3. Aisha Jihan Inayah

Isteri

Khoiriyah Roihan, S.Ag.MH
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR